kita mencari cahaya
pada bentuk dan bayang
--aku bicara tentang refleksi,
cermin paling menyebalkan,
meski boleh saja kau baca sebagai gelap terang--
sebab kita tak bisa melihat cahaya
selain lewat pantulannya
Sunday, June 22, 2014
Relativitas
Waktu
yang melaju di luar
beku di dalam
sampai
Ketika
melepaskan
Saat
adalah jerat
adalah jangkar
sementara
Masa
memastikan
yang melaju di luar
beku di dalam
sampai
Ketika
melepaskan
Saat
adalah jerat
adalah jangkar
sementara
Masa
memastikan
Tandatanya [bukan mungkin adalah pasti]
tandatanya pada ujung doa
tak benarbenar ada
kurasa
harusnya
tidakkah doa bermakna [titikdua]
melarutkan diri pada rencana
setelah kepastian usaha diserahkan
pada Penguasa kemungkinan
[tandatanya]
mungkin bukan mungkin [titik]
tak benarbenar ada
kurasa
harusnya
tidakkah doa bermakna [titikdua]
melarutkan diri pada rencana
setelah kepastian usaha diserahkan
pada Penguasa kemungkinan
[tandatanya]
mungkin bukan mungkin [titik]
Tentang Kepenulisan
Mereka yang menghidupkan kisah
mati berkali-kali
dibunuhi pemakna tiap kata dilepas ke udara
yang mereka hidupkan itu
yang tak mampu kau sampaikan
yang rusak jika kau simpan
yang diam-diam menekan
yang mencekik kerongkongan
sebab terlalu besar untuk kau telan
dan terlalu samar untuk dikeluarkan
: kata-kata yang ingin kau teriakkan namun tak pernah terdengar
Mereka pasti mati berkali-kali
sebab mereka mengisahkan emosi
sementara makna tak pernah sama
karena membaca adalah (dengan) rasa
Mereka memilih mati sebab tahu
udara selalu mengembalikan kata-kata
--entah sebagai apa--
untuk mereka hidup lagi
mati berkali-kali
dibunuhi pemakna tiap kata dilepas ke udara
yang mereka hidupkan itu
yang tak mampu kau sampaikan
yang rusak jika kau simpan
yang diam-diam menekan
yang mencekik kerongkongan
sebab terlalu besar untuk kau telan
dan terlalu samar untuk dikeluarkan
: kata-kata yang ingin kau teriakkan namun tak pernah terdengar
Mereka pasti mati berkali-kali
sebab mereka mengisahkan emosi
sementara makna tak pernah sama
karena membaca adalah (dengan) rasa
Mereka memilih mati sebab tahu
udara selalu mengembalikan kata-kata
--entah sebagai apa--
untuk mereka hidup lagi
Tuesday, June 17, 2014
Kopi, Hujan, dan Percakapan
Aku dan Hatiku:
Tentang tirai waktu
Aku pada hatiku:
Percakapan tak bisa dibawa pulang dalam bungkusan.
Yang ada adalah kini, sebuah tabir
Yang lalu adalah memori, dan
Yang nanti menanti sampai menjadi kini
Yang kita bisa hanya menyimpan memori dan tak memaksa nanti menjadi.
Ini sabar.
Tentang keterikatan yang membebaskan
Hatiku padaku:
Hujan masih belum mau berhenti. Jangan salahkan, ia pun bagian tekateki.
Ketika membebaskan, ketakutanmu bukan lagi keterikatan
Ketika belum mewujud, ia adalah tujuan
Ketika harap menjadi tidak, ia mungkin menghancurkan, tapi
Ketika ini, tidak ada pasti, segalanya potensi.
Ini sadar.
Tentang janji yang tak menjanjikan; kemungkinan ketidakpastian
Aku dalam hatiku sendiri:
Kopiku telah usai, mari beranjak
Sudah saatnya percakapan ini jadi jejak;
Kesabaran yang sadar dan kesadaran yang sabar, memang tak banyak
Tapi hujan menyimpan sajak pada benak.
(saya merasa masih ada yang kurang dari tulisan ini, entah apa, seperti ada yang belum tersampaikan dengan sempurna. Tapi biarlah, semoga nanti ia menunjukkan diri.)
Tentang tirai waktu
Aku pada hatiku:
Percakapan tak bisa dibawa pulang dalam bungkusan.
Yang ada adalah kini, sebuah tabir
Yang lalu adalah memori, dan
Yang nanti menanti sampai menjadi kini
Yang kita bisa hanya menyimpan memori dan tak memaksa nanti menjadi.
Ini sabar.
Tentang keterikatan yang membebaskan
Hatiku padaku:
Hujan masih belum mau berhenti. Jangan salahkan, ia pun bagian tekateki.
Ketika membebaskan, ketakutanmu bukan lagi keterikatan
Ketika belum mewujud, ia adalah tujuan
Ketika harap menjadi tidak, ia mungkin menghancurkan, tapi
Ketika ini, tidak ada pasti, segalanya potensi.
Ini sadar.
Tentang janji yang tak menjanjikan; kemungkinan ketidakpastian
Aku dalam hatiku sendiri:
Kopiku telah usai, mari beranjak
Sudah saatnya percakapan ini jadi jejak;
Kesabaran yang sadar dan kesadaran yang sabar, memang tak banyak
Tapi hujan menyimpan sajak pada benak.
(saya merasa masih ada yang kurang dari tulisan ini, entah apa, seperti ada yang belum tersampaikan dengan sempurna. Tapi biarlah, semoga nanti ia menunjukkan diri.)
Subscribe to:
Posts (Atom)
About Me
- Verly Hyde
- seorang separuh autis yang memandang dunia dari balik kaca jendelanya. ia duduk diam mengamati,membaca dan menafsir tanda, mencari makna.