Saturday, July 25, 2015

maaf, tulisan saya masuk draft lagi

Maaf.

Tadinya saya ingin menulis agak panjang tentang karya-karya Chin Yong yang sedang saya baca ulang, yang dalam komputer saya dimasukkan dalam folder berjudul Heroes Series karena novel-novel tersebut merupakan semacam serial petualangan para jagoan silat, mulai dari Racun Barat dan kawan-kawan, Kwee Ceng dan Oey Yong, Yo Ko dan Siaw Long Lie, Thio Sam Hong dan Thio Bu Kie, dan seterusnya sampai beberapa generasi.  Total ada sembilan buku. Saat ini saya baru membaca (ulang) sampai buku keempat, yaitu To Liong To alias Golok Pembunuh Naga.

Tadinya, sehabis mengajar hari ini, saya ingin mampir ke warnet barang sejam untuk menuliskan apa yang ingin saya tuliskan mengenai hal diatas.  Tapi, berhubung saya sudah menjanjikan jam kepulangan kepada istri, dan berhubung warnet langganan sedang bermasalah, saya hanya punya waktu sekitar 20 menit saja. Dua puluh menit itu, saya rasa, tidaklah cukup untuk saya menguraikan pemikiran saya dengan baik tanpa terburu-buru.  Oleh sebab itu, tulisan saya masuk draft lagi, untuk nanti saya perbaiki dan lengkapi sebelum "diterbitkan" disini.

Selamat siang dan

Maaf.

Monday, July 13, 2015

Kapan Kita Pun?

Kucing di genting, cicak di dinding
Bukan maling, bukan main-main

Burung di ranting
Riuh musim kawin

Ah, pusing . . . biarin!

Saturday, June 27, 2015

Bayang Bulan di Muka Sungai

Beku di sungai itu
Mencermin bulan

Cahaya menjadi tanya:
Apa yang dilihat mata sebenarnya?

Di muka sungai ada bayang bulan.
Di langit ada cahaya bulan.
Dimana bulan?
Ilusikah bulan?

Matamu memantulkan sungai beku.
Sungai memantulkan yang kau sebut bayang bulan.
Bulan sendiri cermin yang memantulkan matahari.
Jadi apa yang dilihat mata sebenarnya, pantulan ilusi?

Bulan beku di sungai beku.
Tak di atas, tak di dalam.
Di mukanya membayang.
Di matamu menggenang.
Kenang.

Bulan Pucat

Kukira bulan bukan pengecut.
Mungkin ia takut ketika fajar tiba
Sebab selalu kulihat ia memucat.
Tapi tak pernah ia lari ke balik cakrawala,
Sembunyi dari pagi.
Ia tetap di langit sana, pucat
Semata karena kalah cahaya.

Bulan bukan pengecut;
Tak terang, memang,
Tapi tak hilang
Tak seperti bintang pada siang.

Sunday, June 7, 2015

Solitaire

cahaya pada cermin
menghidupkan iring-iringan angka di atas meja
seolah mereka memang barisan pengiring raja

tapi lembar-lembar kartu adalah bisu
yang meneriakkan kesendirian
keramaian itu cuma usaha untuk menghabiskan waktu
agar hari tak terasa terlalu sepi

cahaya pada cermin
menghidupkan arak-arakan warna di pangkuan
seolah mereka memang festival kebahagiaan

tapi lembar-lembar kartu adalah bisu
yang meneriakkan kesendirian
keceriaan itu cuma usaha untuk menipu diri
agar hati tak terlalu terasa sunyi

cahaya pada cermin
menghidupkan lompatan-lompatan badut pelawak
seolah ia memang penghibur yang diundang

tapi lembar kartu adalah bisu
yang meneriakkan kesendirian

kesendirian mata yang menatap cermin
yang hampir buta karena cahaya.

Saturday, June 6, 2015

Purnama Tembaga

Purnama tembaga
malu pada pucuk-pucuk jambu
menyapa, "Apa kabarmu?"
 
    Pemuda itu bersiap jadi pemuja
    mengirim harap lewat asap
    semoga ia ingat

Purnama tembaga
menguning di puncak kepala
mengajak kenang naik ke permukaan

   Pemuja itu menyiapkan kisah
   merapal do'a purna
   semoga ia tak hilang

--Lalu malam jadi kabut, mengundang embun.
   Puja pemuda itu terjebak antara do'a dan dosa
   Antara dulu dan nanti, menjelang dini
   Matahari mata hati--

Purnama tembaga
diselimut kabut dini hari
menyelip senyum pada fajar hujan,
"Sampai jumpa lagi."

    Pemuda pemuja itu jadi tua
    jadi kenang yang terselip dibalik kata-kata
    pagi melupa malam.



Suara Pita

Ketika pita hilang suara
semoga kata-katanya tetap ada
dan makna masih terjaga meski tak sepenuhnya
sama

Ketika pita hilang suara
semoga kisahnya tetap diingat
dan pelajaran masih dikaji meski tak sepenuhnya
dipahami

Ketika pita hilang suara
semoga kita tetap ada di benaknya
dan kenangan masih tersimpan meski tak sepenuhnya
terang

Ketika pita hilang suara
semoga kita tak jadi tuli juga

About Me

My photo
seorang separuh autis yang memandang dunia dari balik kaca jendelanya. ia duduk diam mengamati,membaca dan menafsir tanda, mencari makna.