Jangan menangis, bukankah kau tahu aku pelukis?
Lihat cerminmu, kau tak lagi abu-abu. Tersenyumlah.
Bibir pucatmu kuberi merah paling cerah
Pipimu bersemu hijau-biru
Lalu mata itu, bukankah warnanya senada dengan ungu sepatumu?
Jangan menangis, tersenyumlah
Aku membuat cinta buta melihat warna-warni indah
Hanya untukmu, hanya padamu
Bersyukurlah.
Jangan menangis, kau harusnya bangga jadi kanvasku
Berapa banyak pelukis sepertiku yang kau tahu?
Yang fasih menggunakan meja dan tinju
Mewarnaimu.
No comments:
Post a Comment