Kalau nanti Februari terasa sepi,
pesanlah secangkir kopi di warung itu
bawa ke meja mana saja, lalu tunggulah disana
mungkin satu-satu mereka akan tiba
untuk menyelamatimu, menyelamatkanmu
seperti dulu.
Kalau nanti Februari telah habis
dan kau masih merasa ingin menangis, pulang saja
lalu tunggu aku
jerang air matamu dan seduhlah kopi
aku akan singgah ke kamarmu membawa segelas susu
siapa tahu bisa membantu
seperti dulu.
Ini saya tulis pada akhir Februari; mengenang mereka yang telah lama tidak duduk bersama untuk mengobrol di antara kopi.
No comments:
Post a Comment